Menambahkan jam kerja KRL untuk menggambarkan kepadatan penumpang

Home / Metropolitan / Menambahkan jam kerja KRL untuk menggambarkan kepadatan penumpang

Laporan wartawan Tribunnews.com Hari Darmawan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Penumpang di KRL commuter line sudah antre sejak Senin (6/6). Menyikapi situasi tersebut, Zulfikri, Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Perkeretaapian, mengatakan pihaknya memiliki beberapa cara untuk mengendalikan antrian, salah satunya dengan menambah jam kerja. Di KRL. Sore harinya, kata Zulfikri dalam pertemuan virtual Kementerian Perhubungan, Jumat (12/6/2020). Lalu lintas penumpang KRL. Tapi pihaknya hanya akan naik 10%, dari 35% menjadi 45% .- Baca: Situasi Nyata Zulfikri menuturkan, di balik viral story lima anak yang ingin diadopsi, orang tua meninggal karena Covid-19. “Kami berbicara dengan beberapa ahli dan jika kapasitas meningkat dengan risiko tinggi, banyak penumpang yang akan naik. “Pihaknya memilih menambah kapasitas unit operasional KRL dari 740 unit menjadi 940 unit per hari. Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman mengatakan kerugian Rp 16,8 triliun Rp 16,8 triliun, dan ia meminta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memberikan bantuan bus gratis. Kurangi penumpang KRL di stasiun sibuk seperti Bogor, ”kata Zulfikri. — Zulfikri juga mengatakan karena penyebaran virus, penumpang tidak boleh berbicara di dalam kereta. Ini yang saya katakan secara langsung.

“Kami juga menambahkan penjaga keamanan. Seorang petugas polisi bertanggung jawab atas 3 kereta untuk mendorong penumpang menerapkan perjanjian kesehatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288