Ombudsman menegaskan ruang sempit di pasar tradisional dan waspadai potensi penyebaran Covid-19

Home / Metropolitan / Ombudsman menegaskan ruang sempit di pasar tradisional dan waspadai potensi penyebaran Covid-19

Perwakilan Ombudsman RI di Jakarta mengatakan, Pemprov DKI Jakarta semakin terbebani selama masa transisi PSBB.

Perwakilan mediator Jakarta Raya Teguh Nugroho (Jakarta Raya Teguh Nugroho) menjelaskan bahwa pembukaan departemen di luar 11 departemen tersebut membutuhkan kewajiban pengawasan dan kontrol yang lebih besar dari sebelumnya. Teguh mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat: “Dalam beberapa minggu pertama masa transisi, pemerintah provinsi harus mengantisipasi kejenuhan pekerjaan rumah kelas menengah dan kebutuhan ekonomi pekerja tidak tetap pada tahap pertama, kedua dan ketiga PSBB.” / 06/2020).

Dalam hal persiapan, mediator mengemukakan bahwa kemarin Pemprov DKI telah mengeluarkan banyak pengalaman dan regulasi selama masa pelaksanaan PSBB. Memperbaiki dan memperkuat regulasi dan pengawasan di bidang ini.

Salah satu kelemahan yang ditekankan oleh pengawas adalah jarak dari pasar tradisional. Orang-orang, apa ini?

Teguh menyatakan bahwa sejak PSBB Tahap 1 hingga Tahap 3 belum tersentuh oleh Pemprov DKI.

Penataan pengamanan jarak jauh hanya dilakukan di supermarket atau hypermarket yang memiliki batas batas. Peningkatan aktivitas warga pada masa transisi dapat menyebar ke pasar tradisional, termasuk PKL, taman, dan pusat umum lainnya. — “Lokasi PKL, taman dan sentra-Tegu mengatakan:” Sebelum dibuka bertahap, public crowd center harus dilengkapi dengan fasilitas yang mengesampingkan batasan sosial dan menyediakan alat prosedur medis. Ini merupakan salah satu syarat pembukaan fasilitas. . “

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288