Pengendara sepeda motor yang memasuki jalur sepeda dapat dikenakan denda Rp 500.000 atau kurungan selama 2 bulan

Home / Metropolitan / Pengendara sepeda motor yang memasuki jalur sepeda dapat dikenakan denda Rp 500.000 atau kurungan selama 2 bulan

Liputan Tribunnews.com Igman Ibrahim-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Direktur Perhubungan Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengingatkan pengendara sepeda motor agar tidak memasuki jalur sepeda atau membuka jalur sepeda. Menurut dia, pelanggar akan dihukum dengan tindak pidana karena melanggar hukum.

“Jika tidak ada kendaraan lain yang masuk ke jalur sepeda yang selama masih ada jalurnya akan melanggar marka. Di sana, jalan kaki tidak diinterupsi di jalur sepeda,” kata Sambodo kepada wartawan, Jumat (19/6/2020).

Sambodo menyampaikan bahwa jalur sepeda hanya untuk pengendara sepeda dan bukan untuk kendaraan lain. Adapun denda dan sanksi tersebut tertuang dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 (LLAJ) No.

“Ancaman hukum atas pelanggaran Pasal 287 ayat 1 itu Rp 500.000 atau pidana penjara selama 2 bulan,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pada masa transisi PSBB, antusias warga DKI Jakarta untuk bersepeda terus meningkat. Untuk menghindari kecelakaan, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta menyiapkan jalur sepeda di tengah ibu kota pada waktu tertentu.

Baca: Polisi Terapkan Jadwal Jalur Sepeda di Sudirman-Thamrin, Ini Detailnya

Baca: Permen Kesal Dinar Niat Berhubungan Seks Semalam dan Berencana Buktikan Lewat Tes Keperawanan– –Kemudian, rute akan dibatasi pada kerucut lalu lintas, yang menunjukkan bahwa jalur tersebut milik pengendara sepeda. Namun saat ini jalur sepeda atau pop up jalur sepeda hanya berlaku di ruas jalan Sudirman-Thamrin.

“Kami sedang menginspeksi jalur sepeda yang kami sebut pop-up line bikes. Ini adalah komunitas yang sehat dan produktif menuju era normal baru,” Kamis (18/6/2020) di Jakarta Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo Jalan Sudirman-Thamrin-Sambodo mencontohkan, jalur sirkulasi belum permanen. Rangkaian sepeda pop-up ini akan tersedia selama jam sibuk, seperti perjalanan pulang pergi.

“Jalur sepeda ini akan kita atur dulu pagi dan sore. Senin sampai Jumat, dari jam 6 pagi sampai jam 8 pagi, kemudian jam 4 sore sampai jam 6 sore WIB Untuk hari Sabtu, karena hari bukan kerja Hari Minggu kita akan mulai jam 10 pagi, lalu siang-tengah malam 16.00 sampai 19.00 13.00, “jelasnya .

” Minggu ini, InsyaAllah kita masih harus ketemu, tapi minggu depan Car-free day akan dimulai sehingga pada hari Minggu masyarakat Jalan Sudirman Thamrin suatu saat tidak memiliki mobil, ”lanjutnya. Selain itu, Sambodo mengatakan jika batas waktu terlampaui maka pembatasan jalur sepeda atau kerucut lalu lintas akan dicabut lagi. Ia menunggu warga DKI- “Melalui persiapan ini, kami mengimbau pengendara sepeda memanfaatkan apa yang sudah kami siapkan. jalur sepeda. Sejak pantauan hingga tiga hari lalu, banyak pengendara sepeda yang tidak memasuki jalur sepeda, melainkan memasuki jalur tengah dengan meluncur di antara kendaraan. Ia menyimpulkan bahwa ini bisa menjadi kecelakaan lalu lintas yang sangat berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288