Sekda DKI tidak menggunakan istilah “reklamasi” di kawasan Ancor, melainkan menggunakan “perluasan lahan”

Home / Metropolitan / Sekda DKI tidak menggunakan istilah “reklamasi” di kawasan Ancor, melainkan menggunakan “perluasan lahan”

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Belakangan ini banyak terjadi pro dan kontra dalam melakukan reklamasi kawasan Anke.

Gilbert Simanjuntak, Anggota B Panitia Pembangunan Demokrasi Jakarta, sebelumnya menyebut istilah klaim di Angol. Gilbert mengatakan: “Tahun 2020, Presiden No. 60 Sesuai aturan, kota Jakarta, Bogor, Depo Tangerang Bekasi Puncak, dan Cianjur yang terlibat dalam rencana tata guna lahan kawasan itu.

“Kalau Perdanya belum keluar, tapi mau direstorasi, tidak mungkin.

Sementara itu, menurut Kompas.com, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah (Saefullah Jakarta) menggunakan istilah “perluasan lahan” untuk menyebut kawasan Ancol.

Katanya, perluasan Taman Konsep kawasan Impian Jaya Ancol dan Dunia, Fantasi, berbeda dengan konsep reklamasi pulau-pulau yang dicabut izinnya. Saifula mengatakan dalam jumpa pers yang digelar pada Jumat (3/7/2020) di Youtube Pemprov DKI Jakarta: ” Dibatalkan. Baca: Pemprov DKI Jakarta Sebut Pemekaran Ancol Rencananya Akan Digunakan dalam Catatan AS “Museum Warga dan Sejarah” — Menurut Saefullah, pemekaran kawasan Ancol bertujuan untuk menyediakan tempat rekreasi bagi masyarakat.

“Perluasan kawasan Ancor bertujuan untuk menyediakan ruang rekreasi bagi masyarakat. Karena itu, kami mengutamakan kepentingan umum. Dikatakan. Selain itu, lanjut Saefullah, pemekaran kawasan Ancor juga bertujuan untuk menampung pengerukan 5 waduk dan 13 sungai di wilayah DKI Jakarta. Sejak 2009, proses pengerukan terus dilakukan. — – “Di pesisir utara Jakarta, kebetulan ada tanah jarang mendarat di kawasan Anker Timur dan Sianker, langsung menempel di kawasan yang dikelola Taman Impian Jaya Anker,” kata Saifula.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288